Amerika yang Berbeda di Salem yang Mempesona

Saya tak pernah membayangkan bisa menjejakkan kaki ke Tanah Amerika, tetapi juga tidak pernah membatasi diri untuk mencoba berbagai peluang yang ada.  Saat mendaftar di program #YSEALI ini, tentu saya punya motivasi dan impian tersendiri. Tentu program ini terlihat menarik, punya kesempatan tinggal lebih dari sebulan, pengalaman bekerja di instansi di Amerika, dan pastinya hidup dengan keluarga Amerika. Pertukaran budaya dan nilai-nilai dan pastinya pengetahuan dan pengalaman. Hampir semua pemburu beasiswa akan ngiler? kalau bukan karena beasiswa semacam ini, manalah mungkin pegawai negeri macam saya bisa melihat negeri jauh ini.

Nah lebih dari sekedar itu, ada rasa penasaran juga yang ingin saya cari jawabannya. Yaitu tentang Amerika yang selama ini saya ketahui, dari berbagai media, film-film Hollywood dan tentu saja lini masa media sosial yang sekarang membahana. Hampir sebagian besar informasi awal yang saya serap tentang negeri ini adalah, sebuah Negara adidaya yang sebegitu rupa majunya, masyarakat yang mandiri, gedung gedung tinggi. Belakangan, dengan pemberitaan terkait kebijakan pelarangan masuknya warga negara beberapa Negara Islam, saya menerima kecemasan beberapa sahabat dan kerabat terkait keberangkatan saya kesini. Selain asumsi saya pribadi, saya juga dititipi berbagai pertanyaan, penasaran ataupun kekhawatiran tentang penerimaan masyarakat Amerika pada pendatang dan khususnya muslim.

Hampir satu bulan disini, 3 minggu diantaranya saya habiskan di Kota Salem, sebuah kota kecil yang damai di Lembah Willamette, Negara Bagian Oregon. Saya harus merasa bersyukur ditempatkan disini, karena saya menjadi punya cara pandang yang berbeda tentang negeri ini. Lebih dari itu, saya jatuh cinta dengan kota kecil nan hijau ini. Kenapa? ini beberapa alasannya :

Masyarakat yang Ramah

Di Salem, kamu bisa dengan mudahnya memberikan senyum pada orang yang tidak dikenal sekalipun. Kata orang sini, itu agak jarang kalau di kota besar disini lo bahkan disebutkan di Portland aja kota terbesar masih di Oregon mungkin ga bias. Pernah minggu lalu saya berjalan sendiri ke downtown selepas kerja, karena  saya melihat peta dan penunjuk jalan di persimpangan, seorang wanita menghampiri saya dan menanyakan apakah saya membutuhkan bantuan arah jalan. Pengalaman lain adalah tentu saya saat tinggal bersama host family, saya merasa seperti di rumah sendiri, mau makan, mau masak mau ngapain aja silahkan. Beberapa kali saya minta maaf akan melakukan ini itu di rumah mereka, tetapi mereka pun balik bilang gak perlu minta maaf segala. Selama disini, me time saya adalah memasak makanan rumahan, selain rasanya lebih terukur dengan lidah saya, tentu bagian dari memperkenalkan budaya kuliner negeri kita. Dengan mengakali segala macam stok bahan yang ada, kreatifitaspun muncul haha. dan Hebatnya, selalu dipuji oleh host family saya,.  Masakan yang acakadut aja dibilang delicious. Setiap hari ada saja kata kata pujian terhadap apa yang saya lakukan. Mereka mengapresiasi sekecil apapun perbuatan kita.

Budaya Kerja yang Luar Biasa

Nah, ini yang masih bikin saya ternganga dari sekarang. Ya Allah, jauh bangeet.. bisakah yaa diterapkan di Indonesia, khususnya ditempat kerja saya..hahaha mulai dari diri sendiri kali ya.. yang penting niaat!!!

Soal rapat. Rapat disini yang super efektif dan on time… dibuka, trus perkenalan nama dan perwakilan apa. semua dihargai pendapatnya, gak pake dibedakan level yg ngomong staff atau pejabat. Bahan dan pembahasan rapat sudah diterima sebelumnya  via email atau diakses online. Gak pake biaya konsumsi, mau bawa makanan sendiri atau minuman sendiri monggo. rapat serius tapi ada becandanya. dan semua semangat ngasih ide buat kota tercinta.

Soal absensi/kehadiran,. hahahaha ini bagian paling saya suka. Kagak pake absen kakak! Mau absen manual kek, cap jari, foto wajah ataupun ceklok kertas… gak ada…Kata Host father saya.. disini kamu diperlakukan selayaknya adult (orang dewasa), yang bertanggung jawab dengan diri kamu sendiri. Jadi, semua bisa mandiri memanajemen waktunya asalkan kerjaan selesai sesuai bidang masing masing. Kadang ada yang datang telat, pulan cepat, gak masuk ahri jumat, namun juga gak masalah rapat ampe malam atau di hari sabtu. Uang lembur? hahaha GAK ADA!..  ga ada kerja yg dilakukan atas dasar uang semata (yaah walau gak semua, banyak juga ya didaerah kita kalau ga ada uang nya pada males wkwk.. hayo ngakuuu) .. kadang malah buat event luar kantor dengan masyarakat yang udah jadi tanggung jawab dia ngehandel, pada beli snack kecil sendiri pake uang pribadi pegawai nya….

Semua orang punya jobdesk yang jelas, ga ada yg semua dikerjakan satu orang trus tiba tiba ada juga yg ga dapat kerjaan wkwkw *dimana sih ini :p . disini semua punya kubikal sendiri, sistem komunikasi utama by email terintegrasi dengan kalender. saling mendukung, kalau gak ngerti nanya ke siapa yang ngerti, gak pelit ilmu. Saya yang sedang belajar ini itu nanya dulu dan biasa, org timur minta maaf dulu.. malah tetap sabar dijawab semua pertanyaan. Malah sekecil apapun kerjaan kita diapresiasi.. terharu.. jangan jangan orang disini konselor semua yaa hahahha *bagi yg ngerti pasti tahu haha

DSC_0624

Kubikal kerja saya

3. Pemandangan Hijau nan Indah

Waduh, seneng banget deh bisa di Salem, kota kecil ini.. ga ada gedung pencakar langit yang saya bayangkan tentang Amerika selama ini.. semua hijaaaau.. bangunan paling tinggi 5 lantai wkwk.. Salem penuh pohon pohon.. keluar sedikit Marion County itu penuh lahan pertanian, bunga bunga.. Cherry, hazelnut, Anggur, juga pohon natal dan bibit rumput.. so so beautiful..

Pemerintahan yang Melayani

Saya udah cerita kan di FB kalau Walikota dan City Council’s Member disini relawan.. dan kerennya, sangat mudah kamu kasih masukan.. banyak sarana public meetings, bisa kirim email aja, bisa dengan mudah ketemu di jalanan atau di pusat keramaian.. hangat dan bicara dengan santai.. ditambah lagi berbagai kebijakan pemerintah untuk memastikan masyarakat aman seperti multi family housing inspection atau building inspection yang saya ikuti bikin saya makin takjub..aah too good to be true..

semoga bermanfaat..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s